Geopolitik

Emas Menguat di Sesi Asia, Dolar Melemah dan Harga Minyak Terkoreksi

TSI UPDATE - BERITA EKONOMI GLOBAL

Rendra 2 menit baca
Emas Dollar Minyak

1. XAUUSD (Gold)

Harga emas spot menguat pada perdagangan Selasa setelah dolar AS melemah. Berdasarkan laporan Investing.com yang diterbitkan pada 13 Oktober, XAUUSD naik sekitar 0,5% ke US$4.191,76 per troy ounce pada snapshot awal perdagangan. Penguatan tersebut menunjukkan adanya pemulihan emas setelah tekanan pada sesi sebelumnya.

Pelemahan dolar menjadi salah satu faktor pendukung karena membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Namun, kenaikan emas masih menghadapi risiko dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat meningkatkan harga energi dan mendorong kekhawatiran inflasi.

2. DXY (US Dollar Index)

Indeks dolar AS melemah sekitar 0,2% ke area 102,4 pada perdagangan Asia, berdasarkan laporan Investing.com dan Reuters. Pelemahan ini terjadi setelah dolar sebelumnya menguat dan mendekati level tertinggi sejak April 2025.

Pasar masih menantikan data inflasi Amerika Serikat, khususnya Consumer Price Index (CPI), untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Jika inflasi tetap tinggi, ekspektasi suku bunga yang lebih ketat dapat kembali mendukung dolar dan membatasi kenaikan emas.

3. Minyak (Brent dan WTI)

Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Selasa setelah naik tajam pada sesi sebelumnya. Reuters melaporkan Brent berada di sekitar US$105,47 per barel dan WTI sekitar US$92,57 per barel pada snapshot awal perdagangan.

Koreksi tersebut dipengaruhi prospek tambahan pasokan diesel dari Rusia yang berpotensi meredakan ketatnya pasokan energi. Meskipun demikian, risiko gangguan pasokan akibat ketegangan di Timur Tengah dan ancaman terhadap jalur pelayaran tetap menjadi perhatian pasar.

Harga minyak menjadi variabel penting bagi emas karena kenaikan energi dapat meningkatkan tekanan inflasi. Inflasi yang persisten berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, yang pada akhirnya dapat menekan emas melalui kenaikan ekspektasi suku bunga dan penguatan dolar.

4. Kesimpulan Fundamental

Pergerakan ketiga instrumen menunjukkan kondisi yang relatif mendukung pemulihan emas pada sesi Asia:

- XAUUSD menguat setelah dolar AS melemah. - DXY terkoreksi dari level tinggi sebelumnya. - Harga minyak turun, tetapi masih berada pada level tinggi dan risiko geopolitik belum mereda.

Fokus pasar selanjutnya adalah data CPI AS dan perkembangan harga energi. Apabila dolar dan yield obligasi AS terus melemah, emas berpotensi memperoleh dukungan tambahan. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mengubah ekspektasi suku bunga dan meningkatkan tekanan terhadap emas.

Mulai dari percakapan

Ada berita yang perlu dibahas?

Bawa sudut pandangmu ke percakapan komunitas.

Mulai Bergabung